Bosan? Coba Hilangkan dengan Me Time

Me-time-tanpa-pasangan-web
go-dok.com

Bagi Anda yang masih lajang, hari pernikahan bisa jadi merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Karena pada dasarnya, siapa sih yang tidak ingin memiliki keluarga yang harmonis dan dikaruniai banyak keturunan?

Akan tetapi, setelah menikah nanti barulah Anda menyadari bahwa sulit sekali rasanya meluangkan waktu untuk diri sendiri. Bagaimana tidak! Bagi seorang ibu, kegiatan sehari-harinya sudah dimulai sejak dini hari. Mulai dari kesibukan mempersiapkan sarapan untuk anak-anak dan suami, bersih-bersih rumah, hingga menjemput anak dari sekolah. Apalagi jika Anda termasuk working mom; maka, kewajiban di kantor dan keharusan mengurus rumah tangga akan membuat Anda lelah dan penat.

Bagaimana dengan Anda, para suami? Setelah menikah, Anda diwajibkan untuk menafkahi keluarga dari segi finansial. Karenanya, tidak jarang Anda ‘lupa waktu’ dan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Dampaknya, lama-lama Anda akan merasakan stres yang berlebih, bahkan berisiko besar mengalami kondisi burnout.

Dampak buruk minim waktu me time bagi pasutri

Dilansir dari sebuah media online, berikut beberapa dampak buruk minimnya waktu me time bagi pasutri:

  • Rentan mengalami stres dan depresi. Hal ini dikarenakan pasutri yang jarang meluangkan waktu me time di sela-sela kesibukannya akan sering merasa tertekan dengan kegiatan yang berulang dan itu-itu saja.
  • Berdampak pada anak. Meskipun terdengar asing, namun pasutri yang terpaku pada tugas rumah tangga yang monoton akan lebih sering memarahi anak bahkan menyalahkannya. Alasannya tidak lain karena orangtua, khususnya ibu, sering memendam perasaan mengenai kesibukan yang ia punya. Dampaknya, sekali saja anak melakukan kesalahan, maka orangtua akan cenderung memarahinya daripada menasihatinya dengan baik.
  • Meningkatkan risiko perceraian. Meskipun terdengar ekstrem, namun banyak para ibu rumah tangga yang mengeluhkan bahwa kegiatan yang sama setiap harinya membuat mereka menyesali keputusan menikah. Kenapa? Karena mereka merasa bahwa kebebasannya berkurang. Tidak heran jika kemudian semua perasaan frustasi mereka limpahkan dengan cara menggerutu ke suami. Inilah yang dicurigai banyak pihak dapat memciu retaknya biduk rumah tangga.

Solusinya…

Demi menghindari dampak buruk yang telah disebutkan sebelumnya, maka Anda disarankan untuk segera mendiskusikan waktu me time dengan pasangan. Jangan tunda-tunda lagi, ya! Sebab, dengan meluangkan waktu sejenak dan membiarkan diri melakukan hobi yang disukai, Anda justru akan lebih menghargai fungsi serta tugas di dalam rumah tangga.

Jangan salah! Me time tidak selalu memerlukan waktu yang lama, kok! Cukup meluangkan waktu selama beberapa jam saja, kejernihan pikiran serta energi tubuh Anda akan kembali seperti sedia kala. Berikut beberapa pilihan kegiatan me time yang dapat dipilih:

– Suami

1. Memancing

2. Melakukan olahraga favorit, seperti sepak bola, futsal, ataupun berenang

3. Berkumpul bersama teman, dll.

– Istri

1. Berbelanja

2. Mengikuti arisan dengan teman-teman

3. Menonton film atau drama favorit, dll.

Memang, mengorbankan ego serta kepentingan pribadi di dalam rumah tangga merupakan keharusan yang harus dilakukan. Namun, bukan berarti Anda harus mengorbankan kesenangan; karena keputusan ini justru dapat memicu pertengakaran. Jadi, segera atur dan luangkan waktu me time, ya!

Dilansir dari www.go-dok.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s