Yuk, Cegah Polio pada Anak Melalui Vaksinasi!

vaksinasi-cegah-poluio-pada-anak-web

GoDok – Penahkah Anda mendengar tentang polio? Di masa lalu, penyakit ini pernah ditakuti oleh seluruh masyarakat dunia karena menyebabkan cacat dan kematian pada anak-anak. Bagaimana tidak? Sebelum Dr. Jonas Salk mengembangkan vaksin anti-polio pada tahun 1955, penyakit ini setidaknya telah melumpuhkan antara 13.000 – 20.000 anak per tahunnya. Bahkan, presiden Amerika Serikat ke-32, Franklin Delano Roosevelt, menjadi salah satu korban lumpuh akibat penyakit ini. Penemuan vaksin membuat angka kematian dan jumlah penderita polio menurun drastis dari. 35.000 kematian 35.000 kematian pada 1953 menjadi hanya 5.300 kematian di tahun 1957. Efektif sekali, bukan?

Seiring berkembangnya sains, vaksin polio pun menjadi semakin kuat fungsinya. Gerakan pembasmian virus ini digalakkan di berbagai negara hingga pada tahun 2015, diketahui hanya dua negara yang masih berstatus endemik polio; Afghanistan dan Pakistan. Indonesia? Tentu saja sudah berstatus bebas-polio. Meskipun begitu, hal ini bukan alasan untuk menganggap remeh penyakit ini, lho! Vaksinisasi polio tetap harus diberikan pada setiap anak. Mau tahu alasannya? Yuk, simak serba-serbi polio dan vaksinasinya berikut ini!

Apa itu polio?

Penyakit menular yang disebabkan oleh polio virus yang masuk melalui mulut penderita dan menginfeksi saluran usus. Umumnya, virus ini menyebar melalui makanan atau minuman dan kotoran dan partikel udara. Biasanya, virus polio hanya menyebabkan penyakit ringan. Namun, beberapa manifestasi yang lebih serius dari penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan luas. Selain itu, apabila terjadi infeksi, polio dapat pula menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Tidak hanya itu, virus ini juga akan masuk ke aliran darah dan menyerang sistem saraf tepi (perifer).

Apa saja gejala penyakit polio?

Kebanyakan penderita polio tidak akan mengetahui bahwa dirinya sedang mengalami penyakit tersebut. Kenapa? Penyakit polio terkadang tidak memberikan gejala awal pada penderita sehingga dirinya merasa kalau dirinya sehat bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala sama sekali. Meskipun begitu, tetap saja terdapat gejala umum yang biasanya menjadi pertanda seseorang menderita polio, di antaranya:

  • Kesulitan untuk bernapas atau menelan
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Kesulitan untuk mengingat sesuatu
  • Otot dan persendian melemah dan terasa sakit
  • Depresi dan suasana hati akan mudah berubah
  • Kesulitan untuk tidur
  • Mudah lelah
  • Massa otot menurun
  • Panas tinggi yang mencapai 38 derajat celcius
  • Kaki akan bengkok dan mengecil

Penderita polio biasanya kebanyakan anak-anak dan mereka yang belum mendapatkan imunisasi polio sebelumnya.

(Baca: Ayo, Edukasi Si Kecil Tentang Imunisasi dengan Cara Ini!)

Bagaimana pengobatan dan pencegahannya?

Harus Anda ketahui, bahwa hingga kini penyakit polio tidak ada obatnya. Yang bisa Anda lakukan hanyalah mencegahnya dengan memberikan vaksinasi. Vaksin yang diberikan akan mampu membuat tubuh Anda dan anak-anak kebal terhadap polio seumur hidup. Untuk mendapatkan kekebalan ini, anak-anak harus diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif yaitu saat mereka berumur 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan antara 1 – 2,5 tahun. Anda tidak perlu ragu untuk memberikannya kepada anak dengan kondisi fisik yang lemah, sebab vaksin ini juga aman untuk mereka. Efek yang ditimbulkan akibat penyuntikan pun tidak seberapa, hanya rasa sakit dan merah pada titik yang disuntik.

Lalu bagaimana dengan orang dewasa? Tentu saja mereka juga harus mendapatkan serangkaian vaksin polio jika belum pernah di vaksinasi sebelumnya atau jika status vaksinasinya tak jelas. Pemberian dosis pertama dan kedua harus berjarak waktu 1 – 2 bulan, sedangkan pemberian dosis yang ketiga harus berjangka waktu 6 – 12 bulan sesudah pemberian dosis yang kedua.

(Baca: Jangan Salah! Orang Dewasa Juga Perlu Diimunisasi!)

Selain dengan vaksinasi, penularan virus polio pada anak juga dapat dicegah dengan menjaga dan memperhatikan kebersihan pribadi serta sanitasi publik yang baik dan bersih. Jangan lupa untuk perhatikan pula keadaan si kecil setelah menerima vaksin polio. Segeralah hubungi dokter jika anak Anda mengalami alergi setelah penyuntikan, seperti susah untuk bernapas, pusing, tenggorokan bengkak, serak, pucat, dan jantung berdetak kencang.

Yuk, buat diri Anda dan keluarga sadar tentang pentingnya vaksinasi polio. Sebab, dalam kasus penyakit ini, mencegah memang benar-benar lebih baik dibandingkan mengobati, bukan? Semoga bermanfaat!

(Sumber: www.go-dok.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s