Anak Pendiam? Yuk, Dongkrak Percaya Dirinya dengan Cara Ini!

anak-pendiam-selasa-ceria

Sebagai orangtua, tentunya Anda kerap merasa khawatir terhadap hal-hal yang berlangsung dalam hidup si buah hati. Salah satunya adalah mengenai bagaimana si kecil berinteraksi dengan orang lain. Biasanya, ketika anak mulai memasuki usia sekolah (4 – 6 tahun), akan mulai terlihat bagaimana ia bersikap dalam menghadapi lingkungan sosialnya. Ada anak aktif dalam bergaul dan karenanya memiliki banyak teman, namun ada pula yang lebih suka berdiam diri dan menonton teman-temannya bermain.

Jika si kecil lebih termasuk ke dalam golongan yang pendiam, Anda tentulah dihantui rasa cemas. Sebab, anak yang pendiam cenderung akan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Alasan mengapa hal ini terjadi pun umumnya beragam, mulai dari ketakutan dalam bergaul secara sosial, rasa was-was yang berlebihan dalam memulai interaksi sosial, atau terjadinya hal-hal tertentu yang mempengaruhi rasa percaya diri si kecil.

Tentunya Anda tidak ingin si kecil tumbuh menjadi sosok yang menarik diri dan tidak punya teman, bukan? Karenanya, jika anak Anda tampak lebih murung dan pendiam dibandingkan teman-temannya, Anda harus bertindak cepat untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Karenanya, yuk, simak beberapa cara berikut untuk membuat si kecil menjadi lebih ceria dan percaya diri:

1. Ajak si kecil bercerita

Jika anak Anda memiliki sifat yang ceria, namun tiba-tiba berubah menjadi pendiam, Anda harus mencari tahu terlebih dulu alasan terjadinya hal ini. Biasanya, terdapat beberapa alasan mengapa si kecil berdiam diri, seperti pindah rumah, pindah sekolah, pergantian guru, matinya binatang peliharaan, kehilangan teman, dan tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya. Jika Anda sudah berhasil membujuk anak untuk menceritakan alasannya, berilah ia perngertian tentang mengapa hal-hal tersebut terjadi. Bangkitkan rasa percaya dirinya kembali dengan menceritakan sisi baik dari hal-hal tersebut.

 2. Bantu si kecil melihat kelebihannya

Anak yang pemalu dan sering berdiam diri biasanya merasa tidak percaya diri terhadap kemampuannya. Kadang, hal ini terjadi karena si kecil memiliki kesukaan dan keterampilan yang berbeda dengan teman-teman sebayanya. Karena itulah, Anda harus bisa membuat anak melihat bahwa ia memiliki keterampilan yang tidak dimiliki oleh teman-temannya, sekecil apapun kelebihan itu. Saat ia sudah bisa melihat kelebihannya, maka rasa percaya dirinya perlahan akan tumbuh. Hal ini akan membuatnya tak lagi takut dan malu untuk bersosialisasi.

3. Beri si kecil tanggung jawab

Untuk membuat si kecil menjadi lebih percaya diri, Anda dapat memberikan anak suatu tanggung jawab, seperti membayar uang dan mengucapkan terima kasih kepada kasir ketika berbelanja di supermarket. Kegiatan tersebut dapat membuat si kecil merasa dipercaya, sehingga ia lebih berani untuk bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Di samping itu, Anda dapat pula meminta tolong gurunya untuk memberi si kecil tugas mengawasi piket kelas. Dengan cara ini, si kecil mau tidak mau harus berinteraksi dengan kelompok piketnya untuk mengatur kegiatan bersih-bersih.

4. Pasangkan dengan anak periang

Seperti cara sebelumnya, untuk hal ini Anda juga dapat meminta tolong guru si kecil untuk memasangkannya dengan anak yang lebih populer setiap ada kegiatan. Rasa percaya anak yang populer biasanya bisa menular terhadap kawan sekelompoknya. Dengan cara ini, anak akan memiliki kesempatan lebih besar untuk diterima dalam lingkaran pertemanan.

5. Beri si kecil tugas untuk bersosialisasi

Dalam menjalankan hal ini, Anda dapat menyuruh si kecil untuk menyapa tetangga Anda saat sedang berjalan-jalan, memberinya tugas membukakan pintu setiap ada tamu, dan mengangkat telepon rumah ketika berdering. Kegiatan-kegiatan yang tampak kecil ini, secara tidak langsung dapat membantu anak untuk lebih terbiasa dalam berbicara dan bersosialisasi dengan orang lain.

 6. Selalu berikan pujian

Yang terakhir, sekaligus terpenting, adalah berikan si kecil pujian setiap ia selesai mengerjakan sesuatu dengan benar. Hal ini akan membuat anak bangga atas pencapaiannya, serta mendongkrak rasa percaya dirinya. Hasilnya, anak akan menjadi lebih ceria dan berani untuk menonjolkan diri dan bersosialisasi.

(Sumber: www.go-dok.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s