Keturunan Menentukan Kecerdasan, Mitos atau Fakta?

Keturunan-Kecerdasan-web

GoDok – “Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”, dan, “Like father like son”.

Anda pasti sering mendengar dua peribahasa di atas; yang jika diartikan, maka dapat dipahami bahwa sikap, sifat, serta pribadi seorang anak pastilah tidak jauh dari pengaruh orangtua. Tidak sampai di situ, bahkan banyak orang yang kemudian menghubung-hubungkan tingkat kecerdasan si anak dengan intelektualitas kedua orangtuanya. Karenanya, munculah kalimat-kalimat generalisasi, seperti “Pantas saja si XXX cerdas. Lawong ibu-bapaknya juga pinter”. Tapi, benarkah faktor keturunan atau gen memengaruhi kecerdasa anak?

Daripada berlanjut pada debat kusir yang tidak ada ujungnya, lebih baik Anda simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Anak cerdas, karena siapa?

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak penelitian yang mengatakan bahwa tingkat kecerdasan dipengaruhi oleh faktor genetik, khususnya yang berasal dari pihak ibu. Singkatnya, ibu yang cerdas berpeluang besar melahirkan anak yang cerdas pula. Lho, kok bisa?

Seperti yang telah kita ketahui, ibu membawa dua kromosom X (XX); sedangkan ayah membawa kromosom X dan Y (XY). Lebih lanjut, bayak penelitian yang mengungkapkan bahwa intelektualitas serta aspek kognitif seseorang banyak ‘tercetak’ dalam kromosom X. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian  kecerdasan seorang anak banyak disangkutpautkan dengan sosok ibu.

Selain itu, Satoshi Kanazawa -seorang ahli psikologis- menyatakan bahwa kromosom X juga menentukan tingkat kecerdasan umum seseorang. Oleh karena itulah, ia menyimpulkan bahwa wanita cenderung memiliki kecerdasan umum yang lebih tinggi daripada pria sebab mereka mewarisi dua cetak biru kromosom X (dari ayah dan ibu); sedangkan pria hanya mewarisi  satu kromosom X saja.

(Baca: Yuk, Dorong Anak Aktif dan Kreatif dengan Permainan!)

Jadi, apakah gen berpengaruh pada kecerdasan anak?

Terlepas dari kaitan antara kromosom X dengan tingkat kecerdasan, banyak ahli yang meyakini bahwa kecerdasan merupakan faktor nurture (lingkungan dan kebiasaan), bukannya nature (sebab alami). Sebut saja Xu Gelin -seorang dokter neurologi di Nanjing General Hospital of Nanjing Milatary Command yang mengatakan bahwa jejak genetika merupakan hal yang rumit dan acak. Gelin kemudian mencontohkan bahwa anak bisa saja ber-IQ sedang walaupun kedua orangtuanya terbukti memiliki tingkat kecerdasan tinggi.

Penyebab dari kondisi tersebut adalah karena faktor lingkungan dan nutrisi terbukti memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan faktor genetik. Artinya, meskipun anak memiliki kecerdasan yang tinggi, namun hal tersebut akan sia-sia saja jika ia tidak mendapatkan stimulus serta asupan nutrisi yang tepat.

(Baca: Panduan Menyiapkan Bekal Si Kecil)

Lebih lanjut, Prof. Dr. Jalaluddin Rahmat -pakar komunikasi dan penulis buku Psikologi Komunikasimengungkapkan bahwa anak yang berasal dari orangtua dengan IQ biasa dapat tumbuh menjadi sosok yang cerdas jika ia mendapatkan gizi yang seimbang serta stimulus lingkungan sekitar yang tepat. Karenanya, ia menyatakan, kecerdasan anak tidak hanya berkutat pada faktor genetik saja; namun turut dipengaruhi oleh keluarga, pola asuh orangtua, serta lingkungan.

(Baca: Ingin Anak Pintar? Ini Dia Caranya)

Itu tadi penjelasan lengkap mengenai hubungan antara kecerdasan anak dengan faktor genetika orangtua. Semoga bermanfaat!

Sumber: http://www.go-dok.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s