Glaukoma

glaukoma-apps-770x560

Glaukoma merupakan penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi, sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Penyakit ini dianggap sebagai salah satu penyebab kebutaan, selain katarak. Jika Anda atau kerabat mengidap glaukoma, segera tangani dengan cepat dan tepat karena kebutaan akibat penyakit ini bersifat permanen.

Mengenal glaukoma

Penyakit glaukoma terjadi karena adanya peningkatan tekanan bola mata (intraokuler) dengan nilai >21mmHg. Kondisi ini disebabkan karena adanya penyumbatan atau produksi berlebih cairan aqueous humor yang mengakibatkan saraf di belakang bola mata tertekan. Hasilnya, aliran darah menuju saraf mata berkurang dan menyebabkan matinya saraf mata. Penderita glaukoma seringkali tidak sadar bahwa kualitas penglihatannya semakin menurun karena kerusakan pada saraf penglihatan bersifat sedikit demi sedikit.

Glaukoma terdiri dari beberapa jenis, seperti:

1. Primary Open-Angle Glaucoma

2. Normal Tension Glaucoma

3. Angle-Closure Glaucoma

4. Acute Glaucoma

5. Pigmentary Glaucoma

6. Exfoliation Syndrome

7. Trauma-Related Glaucoma

8. Childhood Glaucoma

Gejala glaukoma

Gejala glaukoma yang muncul sangatlah bervariasi karena tergantung pada jenis yang diderita. Contoh, pada penderita glaukoma akut, gejala yang seringkali muncul berupa rasa sakit atau nyeri pada bola mata, menurunnya kualitas penglihatan secara drastis dan mendadak, serta mata yang memerah dan berair. Berbeda halnya dengan penderita glaukoma kronik yang seringkali merasakan penyempitan penglihatan dimulai dari bagian tepi yang terjadi secara bertahap pada kedua mata.

Berikut beberapa gejala umum penyakit glaukoma:

1. Kehilangan penglihatan

2. Mata memerah

3. Mual atau muntah

4. Nyeri pada mata atau sakit kepala

5. Penyempitan penglihatan

6. Bagi penderita, seringkali terlihat lingkaran cahaya disekitar lampu (halo)

Faktor risiko

Glaukoma dapat menimpa siapa saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rawan terhadap risiko mengidap glaukoma, seperti:

1. Berusia lebih dari 40tahun

2. Memiliki riwayat glaukoma di keluarga

3. Mengidap miopia (rabun jauh)

4. Mengidap diabetes (kencing manis)

5. Mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi)

6. Menderita migrain atau penyempitan pembuluh darah otak

7. Pernah mengalami kecelakaan, trauma, atau operasi pada mata sebelumnya

8. Memiliki riwayat penggunaan steroid(cortisone) dalam jangka waktu lama

Pemeriksaan

Jika Anda memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait glaukoma yang ddidap, berikut beberapa alat yang digunakan untuk memastikan diagnosis:

1. Tonometer, digunakan untuk mengukur tekanan pada bola mata

2. Perimetri atau pemeriksaan lapang penglihatan,untuk melihat luasnya kerusakan syaraf mata.

3. Oftalmoskop,untuk mengetahui adanya perubahan pada saraf optikus akibat glaukoma

4. Gonioskopi, lensa khusus untuk mengamati saluran humor aqueus

5. Slit lamp

6. Tes refraksi

7. OCT (Optical Coherence Tomography), untuk melihat penampang melintang jaringan syaraf mata

Pengobatan & Penanganan

Meskipun dewasa ini belum ada cara medis yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan penglihatan yang terjadi akibat glaukoma, tetap saja mayoritas kasus menunjukkan bahwa penyakit ini dapat dikendalikan. Deteksi dan penanganan dini, seperti penggunaan obat (tetes atau oral), tindakan laser, atau operasi merupakan jalan utama yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan penglihatan lebih lanjut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s